Thursday, 8 December 2016

Book's Review: Le Petit Prince (Little Prince)



Hello Guys, my beloved readers 

Udah hampir satu bulan tidak posting sesuatu disini, and it feels awkward when I have to writing personal experience again.. but no, it really fun.


Jadi, pada kesempatan yang jarang ini (kok jarang?) Aku ingin share sedikit tentang buku yang belum lama ini aku baca. Judulnya Le Petit Prince atau Little Prince dalam bahasa Inggris. Novel ini adalah salah satu karya terbaik dari penulis asal Perancis Antoine De Saint Exupery.

Dan menurut data yang ada, buku ini sudah di sadur ke berbagai bahasa asing lainnya, termasuk Indonesia.

Sebenarnya apa sih yang menarik dari Novel ini?

Itulah apa yang aku pikirkan sesaat setelah melihat cover buku ini di Gramedia beberapa bulan lalu. Covernya lucu dan menarik, khas anak-anak.

Awal bulan ini akhirnya bisa kesampaian beli Novel Le Petit Pince dari rak buku Gramed, meski harus melalui pertimbangan matang dahulu (kayak mau masak aja Bim), sebelum aku yakin kalau this Book is well worth it. Buku ini juga bisa dibilang tanda mata sebagai symbol dari penerimaan gaji pertama ku (yeah). Iya – iyaa, ini gaji pertama ku sebagai content writer (hikss), dan aku pakai sebagian buat beli buku :’
Jadi kebayang kan sungguh berartinya buku ini (muahh-muahh).


Sekali lagi, buku  bukanlah barang hedonis! Buku itu sebuah pengalaman  bagiku! jadi siapa yang bilang kalau cuma buang-buang duit untuk buku itu keliru, aku sih kurang setuju :) (apaan sih Bim).
Lanjutttt, back to the topic..



Karena penasaran- sebelum beli Novel ini, aku pergi menjelajah ke dunia maya, mencari segala informasi tentang buku Little Prince (kegiatan wajib sebelum beli buku: Do some research!). Dan well, cukup jelas, buku ini memiliki penggemarnya tersendiri bagi beberapa orang diluar sana. Atau dengan kata lain, ini buku yang istimewa!
Berikut synopsis dari Goodreads:


Moral allegory and spiritual autobiography, The Little Prince is the most translated book in the French language. With a timeless charm it tells the story of a little boy who leaves the safety of his own tiny planet to travel the universe, learning the vagaries of adult behaviour through a series of extraordinary encounters. His personal odyssey culminates in a voyage to Earth and further adventures.


Pangeran Kecil (itulah sebutannya) tinggal di suatu planet diantara bintang-bintang lainnya di luar angkasa, dia  hanya tinggal sendirian. Meski begitu, dia tetap menikmati setiap waktunya di planet berukuran sangat kecil tersebut. Disana terdapat tiga buah gunung berapi, namun salah satunya sudah tidak aktif dan menjadi tempat duduk baginya. Iya, semua gunung di planet itu hanya setinggi lutut.

Selain merawat gunung-gunungya, Pangeran kecil juga rutin mencabut benih dan tunas dari Pohon Baobab. Baobab? Pohon ini  konon dapat menelan atau meledakkan planet tersebut bila dibiarkan tumbuh besar, anggaplah sama seperti ketika di trotoar jalan yang mulai retak dan hancur karena akar pohon di sebelahnya, kira-kira begitu lah pohon Baobab namun planetnya lebih kecil.



Pada suatu ketika ada benih lain yang tumbuh di Planetnya. Benih itu tumbuh menjadi tunas dan terlihat sangat mirip dengan tumbuhan Baobab. Tapi kata hati  Pangeran Kecil, tunas itu berbeda. Jadilah sang Pangeran Kecil merawat setangkai tunas tersebut setiap  harinya, menyiram dan menyingkirkannya dari ulat-ulat. Sampai suatu ketika kuntum bunga pertamanya muncul. Saat itu Pangeran kecil berpikir bahwa ini memang tumbuhan yang special.

Pada saat fajar datang suatu hari, dia pun bersamaan lahir, bangkit dengan warna merah merona diantara kelopak bunganya. Dialah sang Mawar.

“Betapa cantiknya kau!”
Kata pertama yang keluar dari mulut Pangeran Kecil saat itu kepada sang Mawar.

“Benar bukan?” jawab sang Mawar.
“Sudikah kau melayani ku?” kata sang Mawar.

Datanglah pada saat kebersamaan mereka, hubungan antara Pangera kecil dan Mawar sebenarnya tidak ada yang istimewa. Pangeran Kecil hanya melayani sang Mawar setiap harinya. Menyiraminya, mendengarkannya berbicara, memasangkan sangkup, menutupinya dengan tabung kaca saat  malam dan sebagainya.


Suatu hari Pangeran Kecil pun sadar akan semua itu, akan posisinya yang tidak berarti kecuali sebagai pelayan dari sang Mawar.  Pangeran Kecil pun pergi meninggalkannya sendiri di planet tersebut. Alasannya sepele, dan kalian pasti akan tau.

Dimulai lah perjalanan Pangeran Kecil mencari makna sesungguhnya dari hidup. Dia mulai menjelajah ke planet-planet lain di tata surya. Di setiap planet yang dikunjunginya memiliki cerita menarik tersendiri bagi ku, Pangeran Kecil akan bertemu beberapa karakter di setipa planet dengan segala dialog unik sekaligus penuh makna (this Book is so meaning-full). 
Seperti ketika mengunjungi planet yang dihuni oleh hanya seorang pengusaha.


Aku suka percakapan yang yang terjadi antar keduanya:
“aku orangnya serius, aku menghitung bintang-bintang” 
Kira-kira begitulah ucapan andalah dari sang pengusaha.

“apa gunanya?” tanya Pangeran Cilik (yang tidak pernah lupa akan pertanyaannya).

“gunanya, aku kaya” jawab sang Pengusaha.


Pangeran Kecil tidak terlalu menaruh hati kepada tiap orang yang ditemuinya di planet lain, mungkin karena orang-orang itu sudah dewasa? entahlah. Kecuali ketika dia bertemu sosok-sosok yang tinggal di planet bernama Bumi. Disinilah Pangeran Kecil mendapatkan sahabat baiknya, mulai dari sang Rubah sampai sang Pilot.

Kisah yang menyentuh antara Pangeran Kecil dan sang Pilot memiliki makna yang dalam, dan pada faktanya buku ini mengambil sudut pandang dari sang Pilot sendiri. Tak lupa juga persahabatan antar Pangeran Kecil dan sang Rubah. Disini part yang jadi favoritku juga, bayangkan Rubah bisa berteman dengan Pangeran Kecil, artinya apa?






Agak aneh yak kok bisa sang Pilot? Kenapa tidak seorang pemuda di desa? Atau bapak Menteri di gedung parlemen? Mengapa harus sang Pilot yang tersesat? Aku tidak tau pasti, namun itulah hal menarik dari Novel ini, banyak teka-teki yang rasanya selalu ingin dipecahkan. Sepanjang membaca Novel ini, jujur aku adakalanya berhenti, membaca kembali setiap kalimat yang lewat, membacanya perlahan-lahan, mengulanginya lagi, mencoba mencari makna dari setiap kata.

Sang Pilot sendiri memiliki kisah hidupnya yang di tulis secara ringkas di bagian awal dan akhir.
Sang Pilot itu sebenarnya anak kecil yang berbakat, namun karena tekanan sosial dari orang-orang disekitarnya, dia pun menjadi kehilangan arah dalam hidup. Sampai pada hari itu, dimana dia memutuskan untuk pergi berpetualang menggunakan pesawatnya, lalu bertemu dengan Pangeran Kecil di tengah gurun ketika pesawatnya harus mengalami kecelakaan.
terkesan ironis- karena di tengah gurun, tapi penuh makna sekali lagi.


Ada gambar dibawah ini yang muncul dalam Novel, yaitu gambar ular boa yang makan gajah. Sederhana, pada dasarnya di gambar oleh seorang anak kecil dengan rasa ingin tahu yang besar. Namun orang dewasa terlalu aneh dalam menanggapi. Orang dewasa terlalu tertarik dengan Angka-angka hingga tidak paham dengan gambar sederhana dari anak kecil. 

Orang dewasa bilang itu Topi, padahal sesunggguhnya itu ular yang makan gajah. 
Karena gambar ini pula lah, anak kecil itu jadi bingung dan tidak yakin untuk menjadi seorang pelukis. Orang dewasa malah menyuruhnya mempelajari ilmu Bumi,  Matematika, atau grammar (ironis).
Gambar ini muncul di bagian awal Novel. Pembukaan yang menarik



Perlu diketahui bahwa dalam Novel ini banyak di warnai oleh lukisan-lukisan indah dan artistik dari sang penulis.

Aku juga bepikir bahwa dalam setiap penggambaran karakter di Novel ini, termasuk benda dan hewan-hewannya, ada semacam symbol dan arti yang ingin disampaikan penulis. Seperti contohnya bintang-bintang yang di bicarakan oleh sang Pengusaha. Aku rasa bintang yang dimaksudnya adalah Uang di dunia nyata. Mengapa? karena yang dilakukan sang Pengusaha hanya menghitung setiap bintang yang dimilikinya, lalu Pangeran Kecil bertanya mengapa dia melakukan hal tersebut, dia hanya berkata bahwa ini supaya sang Pengusaha mendapat lebih banyak bintang lagi. Lalu dia akan menyetorkannya ke Bank atau menyimpannya di laci dengan di tulis jumlah bintang di secarik kertas. 

Bank – Menghitung – kertas – angka. Okay, meski bukan secara pasti, tapi rasanya kata-kata itu bisa mewakilkan Uang.

Masih banyak lagi simbol-simbol misterius dari setiap bagian di Novel ini. Dan rasanya sang Penulis ingin setiap pembacanya memiliki cara pandang masing-masing untuk apa yang dibaca. Bukankah begitu?
Aku belajar banyak dari Novel ini, hal semacam Kebahagiaan, Cinta, Persahabatan sangat jelas di masukkan dalam Novel ini, menurut pandanganku.

Orang Dewasa menjadi sasaran dari kisah ini mungkin karena, ya,  banyak orang yang mengaku dewasa (aku termasuk gak ya?) yang sudah settled down, mengerjakan hal-hal yang tidak mereka sukai demi uang, melupakan arti dari persahabatan, melihat sesuatu hanya dari materi dan sebagainya. 




Apa ya, Novel ini bagaikan pelajaran hidup bagi beberapa orang, dan sangat bertolak belakang dengan cover khas anak-anaknya. Well, it suppose to be read by children too but, grow-ups (that actually once a children) need to find the true meaning of this book as well.

-

Ternyata Novel ini sudah di filmkan juga (ya ampun baru tau aku) tahun 2015 lalu, dan my goodness me, it was damn cool!

Grafiknya, plotnya yang agak di modif, dan karakter-karakternya yang well di film lebih jelas, pokoknya benar-benar melengkapi Novel ini.

So Guys, Buku Le Petit Prince ini aku rekomendasikan untuk meraka yang ingin belajar lebih tentang arti hidup ini, mereka yang ingin mencari arti cinta sesungguhnya, mereka yang lupa  bahwa dulu pernah jadi anak-anak. 
Banyak hal-hal kecil yang kita lewatkan, banyak hal-hal luar biasa yang tidak bisa dilihat oleh mata kita namun bisa dilihat oleh  hati kita, Pangeran Kecil mengajarkan sesuatu berharga bagi pembaca-pembacanya. Dan Jangan meremehkan anak kecil, please. 

Sampai disini dulu ya, semoga kalian suka artikel ku yang satu ini. Thanks.
BS


Apa kalian sudah pernah membaca Le Petit Prince sebelumnya? Atau kalian sudah nonton filmnya? Bagaimana pendapat kalian tentang kisah ini? Apa pelajaran berharga yang bisa dipetik dari Novel ini?
Tinggalkan komentar kalian di bawah ini ya guys. 

28 comments:

  1. semacam perjalanan sipangeran buat mendapatkan cinta begitu yaa , sepertinya saya pengen baca ceritanya, penasaran :"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin bisa jadi begitu, tiap orang bisa beda-beda pengartiannya kok.. iya Nenna banyak orang tercerahkan abis baca buku ini :"

      Delete
  2. Aku pernah baca buku ini, pinjam ke temen. Ini juga sudah di-film-kan juga. :D Bagus ini. Iya aku juga suka banget ilustrasinya ^^ dari kecil suka buku bacaan dan apalagi yang ilustrasinya kaya watercolor gitu. Makin ngena dongengnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita sama, bagus kan ceritanya? apalagi filmnyaa πŸ˜†

      Delete
  3. ini semacam buku perjalanan antar galaksi yang sering aku temuin di film film fiktif ilmiah gitu iya, semacam men in black.

    lah itu mawarnya mati nggk??? sudah ditinggalkan oleh penyiramnya setiap hari??

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Iya emang perjalanan antar planet, tapi kayaknya cuma sebagai simbol aja gan.. Tapi kalo agan baca sendiri pasti bisa di simpulkan.

      Mawarnya kalo dibuku gak dbilang mati sih, tapi kalo di film mati. Dan menurut ku emang udah mati Mawarnya.

      Delete
  4. Saya butuh buku kayak gini wkwk. Reviewnya ngena mas, kegambar jelas karakteristik bukunya. Setidaknya buat saya haha.

    Nanti kalau ada rezeki saya cari lah buku ini di Gramed.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe mungkin karena memang aku suka kisahnya jadi bisa nulis review gituan.

      Iya gan, Kayaknya buku yg patut dibaca setidaknya sekali seumur hidup hehe

      Delete
  5. Kayaknya buku ini emang beneran bagus, dari ilustrasinya aja saya udah jatuh hati. Apalagi isinya ngajarin tentang kehidupan, karena sekarang orang dewasa sekalipun masih banyak yg bingung akan arti kehidupan itu sendiri. Tapi mungkin saya bakal nonton filmnya dulu, soalnya lebih suka nonton film daripada baca :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus gan bukunya, banyak manfaat (kok aku kayak Sales ya). baca review aja udah jatuh hati, aplagi udah baca, gk kebayang :)

      filmnya udah released kok gan (dari tahun lalu)

      Delete
  6. Wahh reviewnya pass bgt..
    Jadi pengen baca bukunya haha..

    Aku blom pernah baca bukunya, Belum pernah nonton filmnya, Hhhehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe thanks gan, semoga cepat-cepat baca deh, sama nonton :)

      Delete
  7. judul bukunya unik..
    baru denger..
    jadi belum pernah baca dan juga belum liat filmnya..
    saya penasaran sama isi bukunya.. mungkin nanti saya bisa nyari di toko buku.. gramedia ada ngak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Le Petit Prince itu artinya Little Prince, karena penulisnya orang Perancis. Di Gramedia online juga ada mbak :)

      Delete
  8. judulnya kok ucul ya hahaha :D thanks mas reviewnya, aku kok jadi pengen beli buku ini nih :) kapan2 kalau ke gramedia mau coba cari ah,,

    btw, orang tuaku suka marah2 kalau aku ngabisin uang buat beli buku. aku pernah ngabisin 500k sehari buat beli novel banyak bgt. and they mad at me heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks juga mbak :) iya judulnya emang nyentrik, tapi ya itu juga salah satu daya tariknya (mungkin).

      hahaha aku juga pernah dimarahin karena beli buku. Terus itu mbak belinya emang udah target atau? hehe banyak banget >_<

      Delete
  9. Reviewnya bagus mas, menurut yang aku pahami ini bercerita tentang seseorang yang menjelajah antar planet dan banyak makna hidup, seperti contoh itu gambar ular makan gajah, kalo orang yg belum paham pasti juga melihat seperti topi.

    Aku belum pernah baca bukunya apalagi nonton filmnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks mas Santo, iya, Pangeran Cilik memang menjelajah antar planet.

      wah, oke deh :)

      Delete
  10. jadi kepengen baca novelnya nih, seru asik rame menurut gue...

    eh filmnya udah ada downloadannya kagak ya :v
    penasaran sama filmnya juga :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya azhie, ceritanya bagus banget, meski kadang aku harus baca-baca pelan-pelan, karena terjemahan bahasa indonesia agak sukar dipahami.

      filmnya udah bisa kok di download :v

      Delete
  11. Menarik sekali kisahnya, dan menurut gue cerita ini antimainstream banget.
    .
    Kalau ada filmnya gue akan segera download, mungkin juga akan beli novelnya 😁😁
    .
    .
    Keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul gan, beda dari yang lain. Baca deh.

      Filmnya udah bertebaran di internet hehehe. Thanks gan :)

      Delete
  12. Saya baru nonton filmnya, kalau novel malah blm baca... Dr gaya ceritanya kira2 bagusan mana antara novel dan film? :)

    Ini ceritanya nyindir org dewasa bgt, di mana org dewasa itu dirasa sulit untuk berimajinasi. Sehingga kehidupannya pun kaku hanya mengincar materi atau kekuasaan saja... Cerita sederhana namun bermakna

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurutku sama-sama bagus gan hehehe, filmnya melengkapi novel, dan novel melengkapi filmnya. karena lagi-lagi di film kurang lengkap, tapi maknanya tetap sama/dapat.

      betul banget gan :)

      Delete
  13. Waahhh ucul yaa judulnya.

    Dan kalau dari review yang ditulis, meskipun buku ini ditulis dengan gaya dongeng yang khas anak-anak banget.. buku ini sebenernya nyindir orang-orang dewasa yang udah gak bisa sebebas anak-anak lagi dalam berbagai hal.
    Menohookk...

    Aku jadi tertarik pengen baca bukunya atau liat filmnya.
    Karena aku belum baca atau liat filmnya sama sekali....

    ReplyDelete
  14. Laaa ini kayak buku dongeng yah :D
    ceritanya menarik.
    Cocok nih kalo aku beli buat ponakan.
    Supaya seneng bacanya gak bosen.

    ReplyDelete
  15. Ceritanya menarik ya, sekilas settingnya tuh kayak dongeng atau fabel gitu, tapi di balik ceritanya yg terkesan simpel, gua merasakan bahwa sebuah filosofi yang tersirat

    ReplyDelete